Duck hunt

KRITERIA KEMATIAN

Kematian seseoran bisa dibedakan menjadi dua, yaitu khusnul khatimah dan su'ul khatimah.Mati khusnul khatimah ialah mati dalam iman,islam,taqwa kepada Allah SWT.
Sedangkan mati secara su'ul khatimah yaitu mati dengan keadaan musyrik,kafir,murtad dan lain sebagainya. Semua orang mendambakan agar mati dalam keadaan khusnul khatimah. Untunk itu haruslah beriman dan bertaqwa dengan sesungguhnya.
Allah berfirman yang artinya:


"hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekalipun kamu mati melainkan dalam keadan beragama islam" (QS. 3 : 102).


Tidak semua orang tercapai keinginannya mati dalam keadaan khusnul katimah, jika selama hidupnya di dunia tak pernah mengerjakan amal kebajikan. Hidup sehari-harinya selalu dirong-rong oleh syetan, menurut hawa nafsu,berlumuran dengan dosa, dan dia tak mengenal iman dan islam, apalagi bertaqwa kepada Allah, maka orang semacam ini apakah mati khusnul khatimah atau su'ul khatimah, Maka orang semacam ini justru mati su'ul khatimah.Jadi keinginan mati khusnul khatitah tidak hanya sekedar angan-angan belaka ,tetapi harus ada realisasi dalam kehidupan sehari untuk beramal kebajikan dengan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah SWT

Untuk itu marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya yakni memperbanyak ibadah, dan selalu beristigfar, insya Allah kita akan mendapatkan bahagia dunia akhirat serta mati dalam khusnul khatimah. Berkaitan dengan hal tersebut Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya :
"Bilamana Allah menghendaki kebaikan seseorang diberinya ia kedudukan yang baik, yaitu ditunjukannya kearah perbuatan yang baik sebelum meninggal, dan setelah itu baru dicabut nyawanya" (HR. Ahmad, tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al Hakim dari Annas).
Pada sabda Nabi Saw yang lain menerangkan, bahwa barangsiapa mengucapkan kalimat laa illaaha illahu dijamin masuk surga, Namun kita harus ingat, bahwa tidak semua orang yang mampu untuk mengucapkan kalimat tersebut, kemampuan seseorang mengucapkan kalimat tersebut tergantung kebiasaan selama hidupnya, dan orang-orang yang benar-benar mendapat kehendak Allah disebabkan kuatnya iman serta banyaknya amal saleh tatkala hiddupnya. Nabi Saw bersabda:



Artinya: "Barangsiapa akhir lisanya mengucapan laa ilaaha illallaah, pasti masuk Surga" (HR. Imam Abu Daud dan Al Hakim).

Jadi dengan kebiasaan sehari ucapan kalimat tersebut, maka insya Allah pada akhir hayatnya ucapan tersebut tak akan terlupakan, dan senantiasa terbaca, sehingga mati dalam keadaan khusnul khatimah. Namun sebaliknya bila selama hidup di dunia tak mengenal ucapan kalimat sebagaimana pada hadisth di atas dan tak pernah mengucapanya, maka mungkinkah pada akhir hayatnya mampu mengucapan kalimat laa ilaaha illaallaah. Dan mungkinkah pula bisa mati dalam keadaan khusnul khatimah?.